Selasa, 30 November 2010

Tips Penangkaran Murai Batu Medan


Murai Batu dikenal dengan kicauannya yang indah, ekor yang menjuntai panjang serta salah satu burung yang cerdas, Murai batu bisa dengan mudah menirukan suara burung lainnya, maka dari itu, makin hari semakin banyak mpminat burung yang satu ini. tidak heran permintaan Murai batu semakin banyak setiap hari, hal tersebut tidak diimbangi dengan penangkapan yang berazaskan konservasi, sehingga saat ini, kita kesulitan untuk menemukan Mura Batu di alamnya, dahulu, banyak Murai Batu yang didatangkan dari Pasaman, Bohorok, Sibolga dll di Sumatera Utara untuk dikumpulkan di medan (akhirnya di beri lebel Murai batu Medan) yang selanjutnya dikirim ke Jawa, namun dengan menipisnya Murai Batu di daerah tersebut, atau bahkan ada beberapa jenis yang katanya sudah punah, setelah itu Murai Batu mulai didatangkan dari Aceh, maka sekarang yg di namakan dengan Murai batu Medan sebenarnya berasal dari Aceh. Menurut penuturan seorang sahabat dalam 2 tahun ini, populasi Murai Batu Aceh juga menurun tajam, hal tersebut bisa dlihat dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dan juga sulitnya mencari Murai Batu di Aceh, meski itu langsung ke pemikat.
Maka dari itu, tentunya kita tidak mau Murai Batu Aceh juga punah seperti Murai batu dari daerah lain.

Seiring makin berkurangnya polulasi Murai Batu dan juga berkurangnya tempat hidup serta habitat Murai Batu dialam seperti ulasan diatas, sudah semestinya kita mulai berusaha untuk menangkar Burung yang indah ini. Selain itu juga untuk melestarikan Mura Batu dialamnya dan kita boleh berharap dengan adanya program penangkaran, maka kita harapkan kelestarian Murai Batu akan tetap terjaga, sehingga pada akhirnya anak cucu kita bisa melihat dan mendengar Murai Batu langsung di alamnya, bukan hanya melihat dari buku dan televisi...

Murai batu (MB) merupakan burung yang cerdas dengan anatomi tubuh yang sangat indah, dengan ekor panjangnya dan suaranya yang merdu serta gayanya yang aduhai saat bunyi bisa memikat siapa saja penggemar burung berkucau, maka tak heran banyak perburuan ang dilakukan demi mendapatkan burung yang satu ini, dan alhasil populasi burung MB dialamnya semakin menipis.


PERSIAPAN PENANGKARAN

Mengenal jenis kelamin MB
Pertama tama dalam penangkaran MB yang harus kita ketahui adalah membedakan antara Mb jantan dan betina, dan saya rasa semua rekan sudah mengetahuinya, namun tidak ada salahnya saya akan memberikan cir ciri antara MB jantan dan MB betina.

MB JANTAN
- Tubuh besar
- Warna bulu tegas hitam pekat pada kepala dan punggung serta merah tua atau kecoklatan
- Ekor yang panjang lebih dari 17 cm
- Memiliki variasi suara yang banyak serta volume yang keras
- Biasanya jika kualitas bagus akan menantang jika bertemu dengan MB lain serta burung type
fighter seperti Kacer atau Tledekan

Untuk memudahkan maka ini ada gambar MB jantan



foto Murai Batu Jantan apabila dilihat dari dekat




MB BETINA
- Tubuh kecil
- Warna bulu pudar dan tidak setajam MB jantan dan terkadang sangat pudar meskipun ada beberapa yang sangat mirip dengan jantan
- Ekor lebih pendek dari Mb jantan panjang kira kira 10 s.d 15 cm, meskipun ada beberapa yg lebih panjang
- Suara kecil dan tpis, kadang hanya monoton atau ngeban ngeban
- apabila betian sudah siap kawin, apabila didekatkan dengan jantan maka akan ngeper

Untuk memudahkan, maka ini adalah gambar MB betina



ini satu lagi foto Murai Batu betina



ini foto close up betina dari dekat, untuk memudakan membedakan dengan Murai batu jantan



Yang terpenting dalam proses ini dalah kita pastikan bahwa kedua Mb tersebut sudah siap untuk dijodohkan, kita bisa mengetahui MB tersebut siap atau tidak tergantung dari umurnya, untuk MB jantan pastikan umur diatas 1,5 tahun untuk Mb hasil tangkaran dan minimal ngurak 2 kali atau 2 tahun untuk MB hasil tangkapan dan untuk Mb betina umur di atas 1 tahun, namun untuk Betina hasil tangkaran, tidak jarang saat usia 7 atau 8 bulan MB sudah birahi dan siap dijodohkan.
Selain itu kita bisa mengetahui MB tersebut siap jodoh jka sudah sangat gacor atau lebih Gacor dari biasanya dan untuk Mb betina biasanya jika didekatkan dengan MB jantan maka akan sedikit nambak dan neriwik disertai dengan ngeper.
terkadang Murai Batu yang merasa cocok dengan pasangannya akan saling menyahut apabila salah satu berkicau

ini adalah video ciri dari murai batu betina yang sudah siap, ditandai dengan ngeper



Menyiapkan kandang penangkaran


Untuk kandang penangkaran, kita bisa membuat dengan ukuran Panjang x Lebar x tinggi = 2m x 1,5m x 2m, namun semua tergantung dari ketersediaan lahan, karena penangkaran saya ada yang luas dan ada pula yang sederhana, yang penting kandang dapat membuat Pasangan Mb merasa nyaman dan betah. Kandang harus aman dari binatang predator seperti kucig atau tikus, untuk itu, hindarkan membuat kandang pada tempat tempat yg sering dilalui binatang tersebut atau bisa juga menutup jalan yg dilalui binatang pemangsa tersebut dan sebisa mugkin indukan MB tidak melihat lalu lalang binatang binatang tersebut. Dinding kandang bagian sekeliling terutama depan bisa ditutup minimal 1 s.d 1,5m dqari bawah untuk mencegah hal tersebut, dan jika kita memiliki beberapa pasang indukan, kita harus bisa menutup sekat pemisah serapat mungkin, karena sedikit celah yang meungkinkan kedua pasang saling lihat, maka kedua pasangan induk bisa saling berantem dan tidak fokus untuk melakukan reproduksi.


foto by David De Souza collection

dengan kandang seperti dibawah inipm Murai batu juga bisa produksi



ini juga kandang yang bagus




Kelengkapan lainnya yang harus dipenuhi adalah:

1. Tempat pakan dan minum

Diusahakan tempat pakan dan minum jauh dari tangkringan sehingga tidak terkena kotoran burung utuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung, untuk tempat pakan, terurama EF jauhkan dari jangkauan sarangga atua semut yang bisa mengerubuti EF, hal ini bisa dsiasati dengan pemberian minyak pada tiang penyangga atau yang penting diusahakan pakan tidak dapat dijangkau semut dan serangga. nah, jika memang perlu, lebih baik dipisahkan antara tempat pakan untuk Voer dan EF, begitupun dengan EF, sebisa mungkin dipisahkan antara tempat kroto, jangkrik, ulat, maupun cacing.


2. Keramba atau tempat mandi

Buat keramba senyaman mungkin dan MB betah ntuk mandi,karena proses mandi juga bisa memicu birahi atau menurunkan birahi kedua indukan, usakan keramba air diganti setiap hari


3. Glodok atau sarang

Glodok bisa dibuat dari kayu dibentuk seperti pada sarang kenari atau LB, bisa juga dari batok kepala, dan tidak mentup kemungkinan dari besek atau bahan yang lain selama MB mau membuat sarang ditempat tersebut. Disarankan agar memberikan alternatif pada indukan dengan memberikan beberapa sarang pada Mb. Posisi sarang diusahakn lebih tinggi dari kapala kita dan diusahakan ditempat paling aman dan nyaman.
Ini gambar model sarang

merupakan beberapa gambar jenis glodok atau tempat sarang....

dapat dari anyaman bambu...


Foto oleh David De Souza collection

glodok kotak seperti ini juga bisa


Foto oleh David De Souza collection

seperti ini bisa juga


Foto oleh David De Souza collection

sarang seperti ini juga mau MBnya menempati


Foto oleh David De Souza collection

atau kotak seperti ini juga bisa




4. Bahan sarang

Bahan sarang bisa berasal dari rumput kering, daun pinus, dan juga bisa dari sabut kelapa atau ijuk, kita biarkan saja indukan yang memilih bahan sarang, kita tidak perlu membuatkannya karena indukan akan membuat sendiri sarangnya, kita hanya menyebar dilantai kandang dan betina jika sudah siap telur akan mengangkat dan mulai membuat sarang, dapat pla sebagai pancingan kita masukkan beberapa bahan pasa kotak saang dan membiarkan indukan yang menatanya.

salah satu bahan sarang dari jerami...


foto oleh David De Souza Collection

dari daun pinus kering juga bisa,




dari sabut kelapa, namun kita harus lebih sabar untuk membuat sabut kelapa sehalus mungkin agar induk Murai Batu dapat dengan mudah mengangkutnya



bisa juga disediakan bahan bahan lain, seperti rumbut kering, daun Bambu, ijuk dan lain sebagainya, intinya Murai Batu akan memanfaatkan semua bahan yang ada di sekitarnya untuk bisa dibuar sarang, bahkan tali rafian dan benangpun akan dijadikan sarang.

namun lebih baik berikan bahan yang mudah di tata dan juga halus seperti daun pinus.




PENJODOHAN


Setelah kita mengetahui ciri dari MB jantan dan betina, maka langkah selanjutnya adalah Penjodohan.
Penjodohan merupakan langkah yang menurut sebagian breeder merupakan masa yang paling sulit serta membosankan, tidak jarang pada masa ini sampai dengan produksi pertama mereka menyarah dan akhirnya tidak melanjutkan program ternak mereka.
Menurut beberapa teman penangkar dan berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa metode dalam proses penjodohan MB
Namun yang umum digunakan adalah dengan menempatkan kedua calon indukan pada kandang soliter dan mendakatkan satu dengan yang lain, setelah kedua calon induk mau tidur berdampingan, serta bunyi dan tekadang saling menyahut (meski tidak selalu) kita bisa mulai memasukan dalam satu sangkar sambil selalu kita pantau, jika ternyata sudah akur, maka bisa kita coba masukkan pada keramba dam membiarkan mereka mandi, namun terkadang langkah ini sering dilewati dan jika ternyata indukan sudah terlihat jodoh, maka langsung dimasukkan ke kandang ternak.
Untk memasukkan dalam kandang ternak diusahakan dengan batina telabih dahulu dengan tujuan agar betina lebih mengenal beradaptasi dengan lingkungannya yang baru serta berjaga jaga jika nantinya dikejar dan dihajar pejantan, maka betina bisa mencari tempat persembuyian. Setelah selang beberapa lama, sekitar 5 s.d 10 menit kemudian, jantan bisa kita masukkan ke kandang penangkaran. Dan jika bisa pelepasan dilakukan saat senja, sehingga pasangan tidak keburu berantem dan akan lansung beranjak tidur, namun masa ini kita harus selalu melakukan pemantauan dan jangan sampai kedua indukan saling hajar dan sampai salah satu mati.
Jika ternyata setelah dikandang besar indukan masih berantem, maka langkah kita ulangi dari awal, atau juga kita bisa ganti pasangan, jika kita memenag memiliki stok indukan lebih dari satu pasang.
Ada pula penjodohan langsung dikandang penangkaran dengan membiarkan salah satu indukan tetap di kandang besar dan menempatkan yaang lain dalam kandang soliter.
Yang manapun prosesnya sah sah saja selama kedua indukan mau berjodoh. Untuk masa waktu pejodohan, kita tidak bisa mematok harus sekian hari atau sekian minggu, MB dapat jodoh dalam beberapa jam atau satu hari, bisa juga dalam 1 minggu, namun tidak menutup kemungkinan baru berjodoh dalam 1 bulan atau bahkan 1 tahun. Yang terpenting adalah kesabaran kita.

sedikit tips,

Ketahui usia calon induk baik jantan maupun betina, hal ini akan memudahkan kita dalam proses penjodohan, jangan sampai kita menjodohkan betina yang masih belum siap atau jantan yang masih terlalu muda, karena akan sia sia.
Upayakan memiliki calon induk betina lebih dari 1, untuk berjaga jaga apabila jantan tidak mau jodoh.
pilih betina yang lenjeh dan mudah jodoh, ditandai dengan warna bulu dada pudar dan saya juga tidak terlalu hitam, karena betina dengan ciri fisik yang mirip jantan biasanya akan sulit jodoh.
lihat gerak gerik kedua calon induk, upayakan melakukan penjodohan saat kedua calon memasuki masa birahi. pejantan di tandai dengan gacor dan apabila bertemu dengan betina akan mengeluarkan suara suara kecil dan merayu, bukan fighter, dan betina ditandai dengan menyahut apabila mendegra suara jantan serta akan ngeper apabila bertemu, hal tersebut akan mempermudah proses penjodohan. dekatkan kira kira minimal 2 hari agar yakin bahwa kedua calon induk benar benar sudah jodoh

gambar proses penjodohan...

penjodohan bisa di awali dengan perkenalan, antara Murai jantan dan Betina diperlihatken terlebih dahulu sbelum didekatkan, dari sini akan nampak ketertarikan antara jantan dan betina, tidak jarang apabila tidak tertarik dengan sang betina, jangan akan bersuara lantang dan ngefight, tak jarang pula jantan acuh, namun jika jantan tertarik, maka dia akan mulai merayu dengan mengeluarkan suara suara kecil


bisa juga kedua induk langsung didekatkan, apabila sama sama tertarik, kedua calon indk akan saling mendekat, tidak jarang betina minta di loloh serta ngeper, dan jantan mendekatkan diri sambil terus bersuara kecil dan merayu,


pastikan antara kedua induk jantan dan betina sudah benar benar jodoh cirinya adalah:
- jantan sudah sering mendekat begitupun betina
- saat malam keduanya tidur saling berdekatan
apabila suda ada tanda tanda seperti ini

coba untuk menyatukan dalam 1 sangkar, coba di pantau terus perkembangannya.
apabila mereka sudah jodoh, maka keduanya tidak akan berkelahi, jadi apabila kedua induk sudah disatukan dalam kandang besar dan tidak berkelahi, maka itu sudah bisa disebut sebagai jodoh, mungkin ada saling sedikit kejar kejaran dan malam juga tidur masih berjauhan, namun apabila sudah tidak saling berkelahi, maka penjodohan bisa dikatakan berhasil.

Tips dalam pelepasan ke kandang penangkaran

- usahakan melepas induk betina terlebih dahulu untuk proses adaptasi
- lepas jantan 10 atau 15 menit kemudian,
- selalu pantau kedua indukan
- lepas kedua induk menjelang senja, jadi mereka jika belum begitu jodoh tidak berkelahi.



Perkawinan, bertelur dan penetasan

Setelah induk jodoh yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya meningkatkan birahi kedua induk Murai Batu sehingga cepat bereproduksi.
Pakan sangat berperan dalam proses peningkatan birahi kedua induk Muai Batu, pakan yang bisa diberikan untuk mendonngkrak birahi antara lain
- Jangkrik
- Kroto
- Cacing
- Ulat Hongkong
- Ulat Kandang
- Ikan kecil (Ikan cemplon)
Masih ada bebarapa macam EF, namun untuk proses breeding kita jarang mengunakan EF jenis ini. EF yang dimaksud adalah Kelabang, Ulat bambu, belalang atau serangga lainnya
Untuk mendongkrak birahi, kita bisa memberikan EF pada indukan, namun tidak semua pasangan MB akan birahi dengan satu jenis EF, tergantung dari karakter MB itu sendiri, ada Mb yang birahi jka diberikan jangkrik, namun ada pula yang birahi jika diberikan Kroto, ada pula yang baru dapat birahi jika diberikan UH atau UK, atau bahkan cacing. Jadi kita harus memahami karakter pasangan kita, maka tidak ada salahnya kita berikan kombinasi EF sehingga proses birahi bisa berlangsung secara bersamaan.
Kesulitan biasa terjadi jika pasangan indukan adalah bekas burung lapangan, biasnya proses penjodohan dan birahi lebih sulit, untuk solusinya, kita bisa mengetahui settingan perawatan saat masih turun, dari settingan itu kita bisa menambah porsinya dan membuat indukan tesebut bisa birahi
Dalam proses ini, yang terpenting adalah kita tidak boleh pelit pada momongan kita
Saat komposisi EF yangkita berikan telah menuhi syarat, memenuhi syarat disini tidak harus banyak atau berlebih, meski beberapa kasus mengharuskan demikian, namun yang dimaksud adalah EF kita berikan dapat memacu birahi kedua pasang indukan

Adapun ciri ciri indukan yang birahi adalah:

- Induk jantan lebih sering berkicau dan lebih gacor daripada biasaya, bahkan Mb yang awalnya ga bunyi atau diam akan menjadi gacor juga saat MB dalam keadaan birahi, begitu pula induk betina menjadi sering berkicau dan menyahut suara pejantan, bahkan jika kita mendekat pejantan yang lain, betina yangg birahi akan langsung menyahut dan mendekat.
- Induka jantan akan sering masuk dalam sarang dan terkadang sambil ngerwik kasar memaggil betinanya
- pejantan akan lebih mengalah kepada betina, terkadang jantan akan membiarkan betina merebutmakanan yang diperolehnya, atau bahkan terkadang jantan meloloh betinanya,... lalu jantan akan segera mencari makanan yang lain...
- Saat birahi memucak, pajantan agan sangat gacor sambil mengeluarkan suara ngerol seperti air mancur, atau istilahnya airmancuran sampai nunduk nunduk..., jika sudah seperti ini, bisanya tidak akan lama lagi kedua indukan akan kawin
- Indukan betina akan mengangkut bahan sarang dan saat birahi memuncak, betina akan sangat nggeget ( menggigit bahan sarang atau leler dengan pangkal paruh, bukan dengan ujung paruhnya) jika ini sudah terjadi, aka tidak akan lama lagi akan segera bertelur.

gambar kedua indukan yang telah birahi...terlihat indukan jantan berkicau dan berusaha memikat hati betina dan betina terlihat ngeper sampai sedikit terbang, biasanya setelah ritula itu, jantan adkan sedikit mengejar betina dan berlangsunglah perkawinan...



ini ada video juga dari sahabat peternak dari Singapura bagaimana Murai Batunya sedang dalam puncak birahi

Video Oleh David De Souza Collection

dalam masa ini kita memang harus bersabar, proses dari mulai jodoh sampai dengan produksi memiliki masa yang relatif, bisa jadi dalam 2 minggu induk betina sudah betelur, namun tidak menutup kemungkinan memakan waktu 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan, bisa juga sampai dengan 1 tahun.
kendala lainnya adalah telur yang tidak dibuahi. banyak juga induk betina sudah bertelur, namun sampai 14 hari lebih setelah di erami tidak juga kunjung menetas, ternyata telur tersebut tidak dibuahi alias kosong, hal tersebut bisa diakibatkan pada saat terjadi perkawinan, sperma jantan tidak masuk ke kloaka betina, sampai akhirnya pada proses terjadinya telur masih belum terjadi pembuahan.
bisa juga telur tidak menetas karena infertil, bisa disebabkan sperma Murai Jantan terlalu lemah atau Jantan letoy, dalam hal ini sel sperma jantan terlalu lemah sehingga tidak sanggup untuk membuahi ovum, akhirnya terlur yg dihasilkan menjadi infertil. solusi bisa dilakukan dengan memberikan probiotik khusus breeding untuk menguatkan spermanya, bisa juga pakan diracik sendiri. namun jika masih juga tetap. maka jantan perlu di ganti.


Foto oleh David De Souza Collection

induk betina Murai batu akan bertelur sebanyak 2 sampai dengan 6 butir sekali produksi. telur tersebut akan dierami selama kurang lebih 14 hari, setelah masa itu, telur akan menetas. untuk berjaga jaga, agar nantinya kita bisa tahu apabila anakan tela menetas, dan jangan sampai kekurangan pakan, kita bisa mulai memberikan pakan lebih banyak terutama kroto, ulat, dan jangkrik pada masa eraman hari ke 10. untuk berjaga jaga. kita bisa mengetaui telur telah menetas dengan melihat cangkang yang dibuang oleh induk. perlu diketahui bahwa induk akan membuang cangkang dengan radius yang terjauh dari sarangnya, jadi kita bisa mengetahui telur sudah menetas dari cangkang yang dibuang oleh induk

berikut adalah cangkang yang dibuang oleh induk setelah telur menetas





PROSES PRODUKSI

Telur dierami selama kurang lebih 14 hari, selama masa pengeraman ini usahakan sekitar kandang dikondisikan setenang dan senyaman mungkin bagi induk untuk mengeram. sedikit gangguan, longkungan yang tidak tenang, serta adanya gangguan dari hewan lain, maka bisa jadi telur akan dibuang atau induk tidak mau mengerami telur kembali, itulah pentingnya saat penjodohan, kita benar benar seektif memilih induk betina, pilih yang sudah jinak, atau bahkan sangat jinak, hal ini mutlak untuk induk betina. karena kadang kita asal untuk memilih betina, yang kita prioritaskan adalah induk Murai Batu jantan yang bagus, namun yang perlu diingat adalah betina juga sangat perperan dalam proses produksi, bahkan nanti gen yang diturunkan kepada anakan adalah 60% gen dari induk betinanya.
Setelah 14 Hari di erami induk, telur menetas, ciri ciri telur sudah saya ulas diatas. setelah itu kita wajib memberikan pakan lebiih banyak untuk anakan. dalam masa ini adalah masa yang rentan. anakan umur 1 hari s.d 3 hari adalah yang paling rentan, kita harus yakin bahwa suplai makanan bagipiyik terpenuhi, jika kita tidak memantau makanan, atau lalai untuk memberikan makanan berlebih, bisa bisa induk akan membuang anakannya. begitu juga dengan kenyamanan, karena sedikti gangguan terhadap sarang, maka induk tidak akan mau mengerami anakan, akibatnya piyik tidak memperoleh kehangatan dari induknya ujung2nya akan menyebabkan kematian piyik, begitu juga dengan hewan pengganggu, upayakan sarang senyaman dan seaman mungkin terutama semut, kendala utama piyik adalah rentan akan semut, ini biasanya yang sering terjadi, anakan mati dikerubuti semut, saya sendiri pernah mengalaminya.

ini adalah gambar anakan yang baru saja menetas




Untuk pengangkatan anakan bisa dilakukan pada hari pertama, namun resikonya kita harus menyiapkan tempat yang hangat dan lampu untuk menghangatkan anakan karena saat umur 1 s.d 3 hari anakan belum memiliki bulu, sehingga perlu penghangata ektra, keuntungannya adalah yang pasti indukan akan lebih cepat produksi. dengan angkat anakan secara dini, maka kita bisa memantau perkembangan anakan secara penuh.




Yang sering dan umum dilakukan adalah mengangkat anakan saat umur 5 hari s.d 1 minggu pada saat ini kondisi piyik lebih stabil, bulu sudah mulai tumbuh sehingga kita tidak perlu lagi memakai lampu untuk menghangatkannya.
Hindari mengambil piyik lebih dari umur seminggu, saat itu piyik sudah membuka mata sehingga sudah bisa melihat dan mengenal indukannya, dan tidak akan mau kita loloh lagi.

nampak anakan yang sudah siap untuk di pisah dan diangkat dari sarangnya. terlihat dari 3 telur hanya 1 yang berhasil menetas


Setelah seminggu piyik diangkat, biasanya indukan betina akan segera bertelur kembali
Namun saya lebih suka anakan diasuh oleh indukannya, selain pasokan makanan lebih terjamin, indukan akan mengetahui kapan harus eloloh anakannya dan komposisi apa yang paling bagus buay piyiknya selain itu anakan jadi lebih kesat dan lincah, anakan lebih cepat bunyi dan variasi suara yang banyak karena meniru indukannya, kelemahannya tentu saja proses produksi menjadi lebih lama. untuk pengangkatan anakan yang diasuh induk juga relatif lama, minimal 1,5 bulan atau 2 bulan, karena anakan yang diasuh oleh induk cenderung lebih lama untuk bisa makan sendiri, meskipun itu adalah pakan serangga. karena anakan terbiasa dan sudah ketergantungan dengan suapan induk, meski sudah terbang, anakan akan tetap meminta untuk diloloh induknya. saat induk sudah mulai birahi. dan bertelur kembali, maka tuga mengasuh dan meloloh anakan digantikan induk jantan, namn ingat apabila telur sudah menetas, anakan yg ada harus diangkat, karena akan diusur oleh kedua induknya. serutama induk betina, saat itu anakan biasanya berumur sekitar 2 bulan.
saat diangkat kita harus mengkondisikan kembali dan melatih anakan untuk bisa makan voer.

anakan berumur 12 hari, mulai belajar untuk terbang dan keluar dari sarangnya, saat yang rawan, kondisikan anakan dan berjaga jaga dengan memasukkan sarang ke dalam sangkar, agar saat piyik belajar terbang, jatuhnya akan ke sangkar dan tidak keluar terlalu jauh, bahkan jatuh,

anakan umur 3 minggu






Begitu juga dengan memasang ring. Usahakan memasang ring saat umur seminggu, saat ini kaki anakan akan pas dengan besar ring. Kurang dari itu, kaki masih terlalu kecil sehingga menyebabkan rin sering lepas dan resikonya kaki patah karena kita sering memasukkan ring kembali ke kaki karena menang ukuran masih terlalu besar. Pemasangan lebih dari seminggu atau sepuluh hari, kaki sudah terlalu besar, sehingga jika kita memaksa ring masuk, maka resiko kaki juga bisa patah.
Umur 18 hari s.d 1 bulan merupakan umur yang paling riskan dan merupakan masa kritis dari piyikan, pada saat ni piyik sudah mulai aktif dan belajar terbang, piyik sudah keluar dari sarang dan mulai bertengger ditangkringan, selain itu juga mulai belajar makan, maka saat ini kita dituntut untuk lebih ektra merawat. Berikan voer setengah basah untuk piyik belajar makan, selain itu juga diselingi dengan loloh dan juga campur dengan voer. Karena jika kita kurang perhatian pada masa ini, piyik akan mudah sakit dan mati. Selain itu lengkapi pula wadah pakan dengan EF hidup seperti kroto, UK atau UH dan jangkring dengen ukuran kecil untuk piyik belajar makan.
Yang biasa terjadi jika kita kurang memberikan porsi pakan adalah, secara perlahan piyik semakin kurus kaena suplai makan berkurang sementara energi yg digunakan besar karena mulai aktif, selain itu berak akan bening dan ada sedikit gumpalan kuning serta terkadang sedikit bercak darah dan beberapa hari kemudian piyik akan mati.
Setelah masa itu, piyikan melewati masa kritis dan akan segera bisa makan sendiri,

piyik umur 1 bulan. sudah belajar ngeplay




anakan berumur 1,5 bulan. terkdang sudah ada bulu yang rontok berganti bulu dewasa, saat ini adalah saat yang baik untuk pemasteran, biasanya pada masa ini piyik sudah ngeplong dan sering ngeriwik



Umur mengingak 5 bulan, bulu piyik sudah berganti menjadi bulu dewasa, kita bisa melihat perubahannya, mental dan suara juga beruha seiring bergantinya bulu,

saat ini kita bisa mendengar dengan jelas isian isian yang pernah kita masterkan saat masih piyik.


http://amiexs.blogspot.com

16 komentar:

  1. gan ini ternak murainya di daerah mana? berapa harga bakalan umur 1'5 bulan??

    BalasHapus
  2. Sungguh terpersona dan asyikan. Terima kasih atas jiwa murni yg sanggup berkongsi. Mudah mudahan MB dapat membiak lebih seperti ayam dan itik. Taniah !

    BalasHapus
  3. mantabb bro,saya mau coba juga
    by Abah Ai Bandung

    BalasHapus
  4. pak dimana alatmanya .berapa no hp bapak.balas

    BalasHapus
  5. terima kasih ilmunya mas .. saya memsng sangat pengen berternak murai batu .. sukses selalu

    BalasHapus
  6. Mantap maps bro thanks ilmunya

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. om murai sy bertelur trs tpi gk perna netas di ksih apa ya om

    BalasHapus
  9. Makasih,. Sy mau coba breding juga ilmunya luarbiasa mksh om kicau,.

    BalasHapus

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008