Seperti ditulis Tabloid BnR, dengan lokasi kandang seperti itu, setiap saat suasana kandang selalu ramai. Sebab, langsung berhadapan dengan jalan raya. Jika ada tamu, pasti melewati kandang. Bahkan, penghuni rumah setiap saat keluar-masuk rumah melewati halaman depan yang langsung berdekatan dengan kandang.
Bermodal ketekunan dan sedikit keberuntungan, penangkaran yang berawal dari sepasang indukan ini semakin lama semakin berkembang hingga akhirnya menjadi sepuluh pasang indukan. “Yang utama adalah mau bertanya kepada para ahlinya dan orang-orang yang berpengalaman. Dari bertanya tersebut semakin lama saya mulai memahami karakter penjodohan murai batu. Tentu saya gabungkan juga dengan pengalaman saya sendiri,” ungkapnya.
Penangkaran yang dimulainya sejak tahun 2005 tersebut kini bisa dikatakan menjadi pionir dalam penangkaran murai batu di Madiun. “Padahal awal mulanya saya hanya iseng mengisi waktu luang saat masa persiapan pensiun.
‘Saat itu saya berpikir, kalau saat pensiun tiba tentu hidup terasa menjemukan. Tidak ada kegiatan dan hanya mengandalkan gaji sebagai pensiunan. Dibayang-bayangi rasa seperti itu akhirnya saya mencoba menangkar murai batu peliharaan saya. Nggak tahunya sekarang malah seperti ini,” katanya menceritakan saat pertama kali . menangkar murai batu.
Fungsi ngasin
Kakek bercucu empat ini membangun kandang penangkarannya hanya berukuran 80 cm x 90 cm dengan tinggi 2 meter. Bahan kandang terbuat dari kawat ram ukuran 1 cm dan besi siku. Antar kandang diberi sekat penutup terbuat dari karet talang yang berfungsi agar burung yang diletakkan dalam kandang berjejer tersebut tidak saling melihat. Alas kandang masih berupa tanah yang diberi pasir.
“Pemberian pasir dimaksudkan agar ngasin atau makan batu-batu kecil. Dan kadang burung bisa kipu di pasir-pasir tersebut,” katanya beralasan.
Selasa, 12 April 2011
Membuat Kandang Penangkaran Murai Batu Medan
Trik Penangkaran Murai Batu
Gunakan ulat kandang
Kematian indukan bagi penangkar burung adalah momok yang ksangat menakutkan. Jika disuruh memilih antara kematian piyik dan kematian indukan mereka hampir sepakat memilih kematian piyikan. Hal ini merupakan pilihan yang wajar karena kematian indukan berarti pula adalah berhentinya proses produksi.
Hal demikian pernah dialami Anton saat dua tahun pertama menang-kar murai batu. Beberapa indukannya tiba-tiba terlihat kurang sehat, selang beberapa hari kemudian mati.
“Saya sempat kebingungan mengantisipasinya, padahal saya sudah menerapkan anjuran teman-teman penghobi dan penangkar. Mulai kebersihan dan kesegaran pakan, kebersihan kandang hingga pemberian vitamin. Tapi kematian indukan selalu saja terjadi. Kalau terjangkit virus kenapa piyikannya justru sehat dan tidak tertular dan indukan yang lain juga tidak tertular,” katanya dengan penuh tanda tanya.
la kemudian menduga-duga, apakah karena faktor lingkungan yang mempengaruhinya? Dugaan tersebut muncul karena seluruh kandang yang dibangunnya tidak pernah terkena sinar matahari secara langsung. “Karena keterbatasan lahan mengakibatkan kandang penangkaran saya tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Apa karena itu yang men-gakibatkan indukan-indukan tersebut cepat mati,” sambungnya.
Hingga suatu saat Anton mendapat nasehat dari sesama penghobi yang menyarankan agar seluruh indukan diberi ulat kandang atau ada juga yang menyebut ulat balap karena jalannya yang cepat. Ternyata setelah saran tersebut diterapkan, terjadi perubahan yang cukup positif di penangkarannya.
“Jarang terjadi ada indukan yang sakit, kalau toh ada, indukan tersebut diberi antibiotik yang diteteskan di mulutnya. Selang sehari sang induk pasti sembuh. Bahkan hasil produksinyapun semakin meningkat,” terang:nya mengenai khasiat ulat kandang.
Anton mengakui jika secara ilmiah dirinya belum mengetahui kaitan antara ulat kandang dan kesehatan indukan burung yang ditangkarkannya. Tapi dia sudah merasakan manfaat memberi pakan indukan murai batu-nya dengan ulat kandang.
“Semua indukan dalam setahun bisa berproduksi hingga sepuluh kali setelah saya beri konsumsi ulat kandang. Bahkan bila betina tidak ngurak dan pejantan ngurak, produksi tetap bisa berjalan. Tapi biasanya kalau ada salah satu yang ngurak, pasangannya akan saya gantikan dengan yang lain, karena saya selalu mempersiapkan pasangan pengganti untuk berjaga-jaga jika ada salah satu induk yang berhalangan,” paparnya.
Kematian indukan bagi penangkar burung adalah momok yang ksangat menakutkan. Jika disuruh memilih antara kematian piyik dan kematian indukan mereka hampir sepakat memilih kematian piyikan. Hal ini merupakan pilihan yang wajar karena kematian indukan berarti pula adalah berhentinya proses produksi.
Hal demikian pernah dialami Anton saat dua tahun pertama menang-kar murai batu. Beberapa indukannya tiba-tiba terlihat kurang sehat, selang beberapa hari kemudian mati.
“Saya sempat kebingungan mengantisipasinya, padahal saya sudah menerapkan anjuran teman-teman penghobi dan penangkar. Mulai kebersihan dan kesegaran pakan, kebersihan kandang hingga pemberian vitamin. Tapi kematian indukan selalu saja terjadi. Kalau terjangkit virus kenapa piyikannya justru sehat dan tidak tertular dan indukan yang lain juga tidak tertular,” katanya dengan penuh tanda tanya.
la kemudian menduga-duga, apakah karena faktor lingkungan yang mempengaruhinya? Dugaan tersebut muncul karena seluruh kandang yang dibangunnya tidak pernah terkena sinar matahari secara langsung. “Karena keterbatasan lahan mengakibatkan kandang penangkaran saya tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Apa karena itu yang men-gakibatkan indukan-indukan tersebut cepat mati,” sambungnya.
Hingga suatu saat Anton mendapat nasehat dari sesama penghobi yang menyarankan agar seluruh indukan diberi ulat kandang atau ada juga yang menyebut ulat balap karena jalannya yang cepat. Ternyata setelah saran tersebut diterapkan, terjadi perubahan yang cukup positif di penangkarannya.
“Jarang terjadi ada indukan yang sakit, kalau toh ada, indukan tersebut diberi antibiotik yang diteteskan di mulutnya. Selang sehari sang induk pasti sembuh. Bahkan hasil produksinyapun semakin meningkat,” terang:nya mengenai khasiat ulat kandang.
Anton mengakui jika secara ilmiah dirinya belum mengetahui kaitan antara ulat kandang dan kesehatan indukan burung yang ditangkarkannya. Tapi dia sudah merasakan manfaat memberi pakan indukan murai batu-nya dengan ulat kandang.
“Semua indukan dalam setahun bisa berproduksi hingga sepuluh kali setelah saya beri konsumsi ulat kandang. Bahkan bila betina tidak ngurak dan pejantan ngurak, produksi tetap bisa berjalan. Tapi biasanya kalau ada salah satu yang ngurak, pasangannya akan saya gantikan dengan yang lain, karena saya selalu mempersiapkan pasangan pengganti untuk berjaga-jaga jika ada salah satu induk yang berhalangan,” paparnya.
Kamis, 24 Maret 2011
Keunggulan MB dari alam
Mempunyai daya imun (daya tahan) yang kuat, karena MB secara alami bisa memenuhi kebutuhan vitamin/mineral di alam. Makanya burung di alam khususnya MB mempunyai daya imun yang kuat.
Variasinya suara yang dimiliki biasanya sangat variatif, karena sejak menetas sudah terbiasa untuk memaster suara yang ada di lingkungan alam sekitar, dimana suara alam ini tergantung:
Jenis burung habitat MB tsb
Jenis hewan di habitat MB tsb
Jenis alam yg ditempati MB tsb, misal: suara air terjun, dsb
Variasinya suara yang dimiliki biasanya sangat variatif, karena sejak menetas sudah terbiasa untuk memaster suara yang ada di lingkungan alam sekitar, dimana suara alam ini tergantung:
Jenis burung habitat MB tsb
Jenis hewan di habitat MB tsb
Jenis alam yg ditempati MB tsb, misal: suara air terjun, dsb
Rabu, 09 Maret 2011
Bagaimana penangkaran murai batu
Perkawinan, bertelur dan penetasan
Setelah induk jodoh yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya meningkatkan birahi kedua induk Murai Batu sehingga cepat bereproduksi.
Pakan sangat berperan dalam proses peningkatan birahi kedua induk Muai Batu, pakan yang bisa diberikan untuk mendonngkrak birahi antara lain
- Jangkrik
- Kroto
- Cacing
- Ulat Hongkong
- Ulat Kandang
- Ikan kecil (Ikan cemplon)
Masih ada bebarapa macam EF, namun untuk proses breeding kita jarang mengunakan EF jenis ini. EF yang dimaksud adalah Kelabang, Ulat bambu, belalang atau serangga lainnya
Untuk mendongkrak birahi, kita bisa memberikan EF pada indukan, namun tidak semua pasangan MB akan birahi dengan satu jenis EF, tergantung dari karakter MB itu sendiri, ada Mb yang birahi jka diberikan jangkrik, namun ada pula yang birahi jika diberikan Kroto, ada pula yang baru dapat birahi jika diberikan UH atau UK, atau bahkan cacing. Jadi kita harus memahami karakter pasangan kita, maka tidak ada salahnya kita berikan kombinasi EF sehingga proses birahi bisa berlangsung secara bersamaan.
Kesulitan biasa terjadi jika pasangan indukan adalah bekas burung lapangan, biasnya proses penjodohan dan birahi lebih sulit, untuk solusinya, kita bisa mengetahui settingan perawatan saat masih turun, dari settingan itu kita bisa menambah porsinya dan membuat indukan tesebut bisa birahi
Dalam proses ini, yang terpenting adalah kita tidak boleh pelit pada momongan kita
Saat komposisi EF yangkita berikan telah menuhi syarat, memenuhi syarat disini tidak harus banyak atau berlebih, meski beberapa kasus mengharuskan demikian, namun yang dimaksud adalah EF kita berikan dapat memacu birahi kedua pasang indukan
Setelah induk jodoh yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya meningkatkan birahi kedua induk Murai Batu sehingga cepat bereproduksi.
Pakan sangat berperan dalam proses peningkatan birahi kedua induk Muai Batu, pakan yang bisa diberikan untuk mendonngkrak birahi antara lain
- Jangkrik
- Kroto
- Cacing
- Ulat Hongkong
- Ulat Kandang
- Ikan kecil (Ikan cemplon)
Masih ada bebarapa macam EF, namun untuk proses breeding kita jarang mengunakan EF jenis ini. EF yang dimaksud adalah Kelabang, Ulat bambu, belalang atau serangga lainnya
Untuk mendongkrak birahi, kita bisa memberikan EF pada indukan, namun tidak semua pasangan MB akan birahi dengan satu jenis EF, tergantung dari karakter MB itu sendiri, ada Mb yang birahi jka diberikan jangkrik, namun ada pula yang birahi jika diberikan Kroto, ada pula yang baru dapat birahi jika diberikan UH atau UK, atau bahkan cacing. Jadi kita harus memahami karakter pasangan kita, maka tidak ada salahnya kita berikan kombinasi EF sehingga proses birahi bisa berlangsung secara bersamaan.
Kesulitan biasa terjadi jika pasangan indukan adalah bekas burung lapangan, biasnya proses penjodohan dan birahi lebih sulit, untuk solusinya, kita bisa mengetahui settingan perawatan saat masih turun, dari settingan itu kita bisa menambah porsinya dan membuat indukan tesebut bisa birahi
Dalam proses ini, yang terpenting adalah kita tidak boleh pelit pada momongan kita
Saat komposisi EF yangkita berikan telah menuhi syarat, memenuhi syarat disini tidak harus banyak atau berlebih, meski beberapa kasus mengharuskan demikian, namun yang dimaksud adalah EF kita berikan dapat memacu birahi kedua pasang indukan
PENJODOHAN Murai Batu
Setelah kita mengetahui ciri dari MB jantan dan betina, maka langkah selanjutnya adalah Penjodohan.
Penjodohan merupakan langkah yang menurut sebagian breeder merupakan masa yang paling sulit serta membosankan, tidak jarang pada masa ini sampai dengan produksi pertama mereka menyarah dan akhirnya tidak melanjutkan program ternak mereka.
Menurut beberapa teman penangkar dan berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa metode dalam proses penjodohan MB
Namun yang umum digunakan adalah dengan menempatkan kedua calon indukan pada kandang soliter dan mendakatkan satu dengan yang lain, setelah kedua calon induk mau tidur berdampingan, serta bunyi dan tekadang saling menyahut (meski tidak selalu) kita bisa mulai memasukan dalam satu sangkar sambil selalu kita pantau, jika ternyata sudah akur, maka bisa kita coba masukkan pada keramba dam membiarkan mereka mandi, namun terkadang langkah ini sering dilewati dan jika ternyata indukan sudah terlihat jodoh, maka langsung dimasukkan ke kandang ternak.
Untk memasukkan dalam kandang ternak diusahakan dengan batina telabih dahulu dengan tujuan agar betina lebih mengenal beradaptasi dengan lingkungannya yang baru serta berjaga jaga jika nantinya dikejar dan dihajar pejantan, maka betina bisa mencari tempat persembuyian. Setelah selang beberapa lama, sekitar 5 s.d 10 menit kemudian, jantan bisa kita masukkan ke kandang penangkaran. Dan jika bisa pelepasan dilakukan saat senja, sehingga pasangan tidak keburu berantem dan akan lansung beranjak tidur, namun masa ini kita harus selalu melakukan pemantauan dan jangan sampai kedua indukan saling hajar dan sampai salah satu mati.
Jika ternyata setelah dikandang besar indukan masih berantem, maka langkah kita ulangi dari awal, atau juga kita bisa ganti pasangan, jika kita memenag memiliki stok indukan lebih dari satu pasang.
Ada pula penjodohan langsung dikandang penangkaran dengan membiarkan salah satu indukan tetap di kandang besar dan menempatkan yaang lain dalam kandang soliter.
Yang manapun prosesnya sah sah saja selama kedua indukan mau berjodoh. Untuk masa waktu pejodohan, kita tidak bisa mematok harus sekian hari atau sekian minggu, MB dapat jodoh dalam beberapa jam atau satu hari, bisa juga dalam 1 minggu, namun tidak menutup kemungkinan baru berjodoh dalam 1 bulan atau bahkan 1 tahun. Yang terpenting adalah kesabaran kita.
sedikit tips,
Ketahui usia calon induk baik jantan maupun betina, hal ini akan memudahkan kita dalam proses penjodohan, jangan sampai kita menjodohkan betina yang masih belum siap atau jantan yang masih terlalu muda, karena akan sia sia.
Upayakan memiliki calon induk betina lebih dari 1, untuk berjaga jaga apabila jantan tidak mau jodoh.
pilih betina yang lenjeh dan mudah jodoh, ditandai dengan warna bulu dada pudar dan saya juga tidak terlalu hitam, karena betina dengan ciri fisik yang mirip jantan biasanya akan sulit jodoh.
lihat gerak gerik kedua calon induk, upayakan melakukan penjodohan saat kedua calon memasuki masa birahi. pejantan di tandai dengan gacor dan apabila bertemu dengan betina akan mengeluarkan suara suara kecil dan merayu, bukan fighter, dan betina ditandai dengan menyahut apabila mendegra suara jantan serta akan ngeper apabila bertemu, hal tersebut akan mempermudah proses penjodohan. dekatkan kira kira minimal 2 hari agar yakin bahwa kedua calon induk benar benar sudah jodoh
gambar proses penjodohan...
penjodohan bisa di awali dengan perkenalan, antara Murai jantan dan Betina diperlihatken terlebih dahulu sbelum didekatkan, dari sini akan nampak ketertarikan antara jantan dan betina, tidak jarang apabila tidak tertarik dengan sang betina, jangan akan bersuara lantang dan ngefight, tak jarang pula jantan acuh, namun jika jantan tertarik, maka dia akan mulai merayu dengan mengeluarkan suara suara kecil
bisa juga kedua induk langsung didekatkan, apabila sama sama tertarik, kedua calon indk akan saling mendekat, tidak jarang betina minta di loloh serta ngeper, dan jantan mendekatkan diri sambil terus bersuara kecil dan merayu,
pastikan antara kedua induk jantan dan betina sudah benar benar jodoh cirinya adalah:
- jantan sudah sering mendekat begitupun betina
- saat malam keduanya tidur saling berdekatan
apabila suda ada tanda tanda seperti ini
coba untuk menyatukan dalam 1 sangkar, coba di pantau terus perkembangannya.
apabila mereka sudah jodoh, maka keduanya tidak akan berkelahi, jadi apabila kedua induk sudah disatukan dalam kandang besar dan tidak berkelahi, maka itu sudah bisa disebut sebagai jodoh, mungkin ada saling sedikit kejar kejaran dan malam juga tidur masih berjauhan, namun apabila sudah tidak saling berkelahi, maka penjodohan bisa dikatakan berhasil.
Tips dalam pelepasan ke kandang penangkaran
- usahakan melepas induk betina terlebih dahulu untuk proses adaptasi
- lepas jantan 10 atau 15 menit kemudian,
- selalu pantau kedua indukan
- lepas kedua induk menjelang senja, jadi mereka jika belum begitu jodoh tidak berkelahi.
Penjodohan merupakan langkah yang menurut sebagian breeder merupakan masa yang paling sulit serta membosankan, tidak jarang pada masa ini sampai dengan produksi pertama mereka menyarah dan akhirnya tidak melanjutkan program ternak mereka.
Menurut beberapa teman penangkar dan berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa metode dalam proses penjodohan MB
Namun yang umum digunakan adalah dengan menempatkan kedua calon indukan pada kandang soliter dan mendakatkan satu dengan yang lain, setelah kedua calon induk mau tidur berdampingan, serta bunyi dan tekadang saling menyahut (meski tidak selalu) kita bisa mulai memasukan dalam satu sangkar sambil selalu kita pantau, jika ternyata sudah akur, maka bisa kita coba masukkan pada keramba dam membiarkan mereka mandi, namun terkadang langkah ini sering dilewati dan jika ternyata indukan sudah terlihat jodoh, maka langsung dimasukkan ke kandang ternak.
Untk memasukkan dalam kandang ternak diusahakan dengan batina telabih dahulu dengan tujuan agar betina lebih mengenal beradaptasi dengan lingkungannya yang baru serta berjaga jaga jika nantinya dikejar dan dihajar pejantan, maka betina bisa mencari tempat persembuyian. Setelah selang beberapa lama, sekitar 5 s.d 10 menit kemudian, jantan bisa kita masukkan ke kandang penangkaran. Dan jika bisa pelepasan dilakukan saat senja, sehingga pasangan tidak keburu berantem dan akan lansung beranjak tidur, namun masa ini kita harus selalu melakukan pemantauan dan jangan sampai kedua indukan saling hajar dan sampai salah satu mati.
Jika ternyata setelah dikandang besar indukan masih berantem, maka langkah kita ulangi dari awal, atau juga kita bisa ganti pasangan, jika kita memenag memiliki stok indukan lebih dari satu pasang.
Ada pula penjodohan langsung dikandang penangkaran dengan membiarkan salah satu indukan tetap di kandang besar dan menempatkan yaang lain dalam kandang soliter.
Yang manapun prosesnya sah sah saja selama kedua indukan mau berjodoh. Untuk masa waktu pejodohan, kita tidak bisa mematok harus sekian hari atau sekian minggu, MB dapat jodoh dalam beberapa jam atau satu hari, bisa juga dalam 1 minggu, namun tidak menutup kemungkinan baru berjodoh dalam 1 bulan atau bahkan 1 tahun. Yang terpenting adalah kesabaran kita.
sedikit tips,
Ketahui usia calon induk baik jantan maupun betina, hal ini akan memudahkan kita dalam proses penjodohan, jangan sampai kita menjodohkan betina yang masih belum siap atau jantan yang masih terlalu muda, karena akan sia sia.
Upayakan memiliki calon induk betina lebih dari 1, untuk berjaga jaga apabila jantan tidak mau jodoh.
pilih betina yang lenjeh dan mudah jodoh, ditandai dengan warna bulu dada pudar dan saya juga tidak terlalu hitam, karena betina dengan ciri fisik yang mirip jantan biasanya akan sulit jodoh.
lihat gerak gerik kedua calon induk, upayakan melakukan penjodohan saat kedua calon memasuki masa birahi. pejantan di tandai dengan gacor dan apabila bertemu dengan betina akan mengeluarkan suara suara kecil dan merayu, bukan fighter, dan betina ditandai dengan menyahut apabila mendegra suara jantan serta akan ngeper apabila bertemu, hal tersebut akan mempermudah proses penjodohan. dekatkan kira kira minimal 2 hari agar yakin bahwa kedua calon induk benar benar sudah jodoh
gambar proses penjodohan...
penjodohan bisa di awali dengan perkenalan, antara Murai jantan dan Betina diperlihatken terlebih dahulu sbelum didekatkan, dari sini akan nampak ketertarikan antara jantan dan betina, tidak jarang apabila tidak tertarik dengan sang betina, jangan akan bersuara lantang dan ngefight, tak jarang pula jantan acuh, namun jika jantan tertarik, maka dia akan mulai merayu dengan mengeluarkan suara suara kecil
bisa juga kedua induk langsung didekatkan, apabila sama sama tertarik, kedua calon indk akan saling mendekat, tidak jarang betina minta di loloh serta ngeper, dan jantan mendekatkan diri sambil terus bersuara kecil dan merayu,
pastikan antara kedua induk jantan dan betina sudah benar benar jodoh cirinya adalah:
- jantan sudah sering mendekat begitupun betina
- saat malam keduanya tidur saling berdekatan
apabila suda ada tanda tanda seperti ini
coba untuk menyatukan dalam 1 sangkar, coba di pantau terus perkembangannya.
apabila mereka sudah jodoh, maka keduanya tidak akan berkelahi, jadi apabila kedua induk sudah disatukan dalam kandang besar dan tidak berkelahi, maka itu sudah bisa disebut sebagai jodoh, mungkin ada saling sedikit kejar kejaran dan malam juga tidur masih berjauhan, namun apabila sudah tidak saling berkelahi, maka penjodohan bisa dikatakan berhasil.
Tips dalam pelepasan ke kandang penangkaran
- usahakan melepas induk betina terlebih dahulu untuk proses adaptasi
- lepas jantan 10 atau 15 menit kemudian,
- selalu pantau kedua indukan
- lepas kedua induk menjelang senja, jadi mereka jika belum begitu jodoh tidak berkelahi.
Rabu, 09 Februari 2011
Belajar Bikin Kandang Ternak MB
besi siku 40 x 40 6 lonjor..@ 69rb...
kawat ram beli sekitar 5 meter lari...x 90cm lebar...@ 16rban/mtr...(masih nyisa banyak).
besi plat 25mm 6-8 lonjor (lupa)@ 3meter/7,5rb.
Cat zinchromate 2 kaleng (lupa harganya...seingetnya sekaleng 35rban).
mata bor Nachi 3,5 mm habisin 6 pcs @ 12,5rb...
mata bor besi dan beton 8mm sisa proyek... @ 1 pc aja masih utuh...
mata bor besi 3,5 mm nya sering patah krn saya pasang kawatnya ga dibawah tapi pas frame kandang selesai dirakit...jadi pas ngebor lubang rivetnya...sering di posisi sulit...bornya juga powernya kegedean...
paku rivet 3mm beli aja sekotak 30-45rb...
dinaset 8mm, longdrat..mur, ring, sisa proyek...
genteng Kanmuri sisa material bangun rumah...
pipa pvc sama 2 elbow..sisa material pasang instalasi air di rumah...
Slot grendel 2 pcs @ 4rban.
engsel 2 pcs @ 2,5rban.
Dikerjain ga pake deadline...krn cuaca dan iseng2...man power ga diitung krn sebagian besar saya kerjain sndiri...
Material aja masih dibawah 1 jt ..om
Kalo time frame nya jelas...ga terganggu cuaca 3 hari juga kelar...apalgi kalo pasang kawat ramnya di bawah... trus dirakit belakangan...
tujuannya juga penbgen tau apa aja masalah yg bakal ditemuin dan apa jalan keluarnya...buat pengalaman...
Bump: besi plat bolong2 sama besi hollo kotak..tipis platnya... cepet kropos...apalagi ini kan ditekuk,dipotong segala...kalo pake besi siku lobang nanti pas kena lobang2 nya juga ribet saat menyatukan tekukan... pake besi hollo ditekuk, dipotong bisa tapi suka mrembes air ke dalam besi dan mmpercepat kroposnya hollo... pertimbangan pake besi siku...krn tebal dan lebih awet dibanding material lainnya...
minta besi sikunya yg full... bukan yg ukuran banci...nggergajinya juga lumayan pegel...krn tebel...untung ada sisa helai gergaji besi ex proyek dari luar, jadi rada tajem dan awet...
frame tatakan genteng saya pake siku 40 x40 juga krn males beli material siku lagi jadi sekali beli untuk semua......
Bump: kawat ram memanfaatkan lebar yg 90 cm jadi ga ada sambungan malah buang sedikit krn kelebaran...tinggal gelar n potong seberapa panjang aja...sisi kiri kanan digelar langsung dari atas sampai bawah 2 meteran... sisi depan di bagi 4 bagian: atas, 2 bawah dan pintu...
material kayu hanya untuk tangkringan aja...itu juga dikasih tau temen nyarinya di tempat sampah hehehehe...ada yg mbuang bekas potong dahan pohon rambutan dan belimbing...
Bump: oh ya...peluran semen dasar kandang juga sisa material renov rumah...pasir semen,batu bata...tukangnya saya suruh bikin sambil ngerjain renov rumah...jadi ga bisa diitung cost nya
http://www.facebook.com/topic.php?uid=176097489080008&topic=266
kawat ram beli sekitar 5 meter lari...x 90cm lebar...@ 16rban/mtr...(masih nyisa banyak).
besi plat 25mm 6-8 lonjor (lupa)@ 3meter/7,5rb.
Cat zinchromate 2 kaleng (lupa harganya...seingetnya sekaleng 35rban).
mata bor Nachi 3,5 mm habisin 6 pcs @ 12,5rb...
mata bor besi dan beton 8mm sisa proyek... @ 1 pc aja masih utuh...
mata bor besi 3,5 mm nya sering patah krn saya pasang kawatnya ga dibawah tapi pas frame kandang selesai dirakit...jadi pas ngebor lubang rivetnya...sering di posisi sulit...bornya juga powernya kegedean...
paku rivet 3mm beli aja sekotak 30-45rb...
dinaset 8mm, longdrat..mur, ring, sisa proyek...
genteng Kanmuri sisa material bangun rumah...
pipa pvc sama 2 elbow..sisa material pasang instalasi air di rumah...
Slot grendel 2 pcs @ 4rban.
engsel 2 pcs @ 2,5rban.
Dikerjain ga pake deadline...krn cuaca dan iseng2...man power ga diitung krn sebagian besar saya kerjain sndiri...
Material aja masih dibawah 1 jt ..om
Kalo time frame nya jelas...ga terganggu cuaca 3 hari juga kelar...apalgi kalo pasang kawat ramnya di bawah... trus dirakit belakangan...
tujuannya juga penbgen tau apa aja masalah yg bakal ditemuin dan apa jalan keluarnya...buat pengalaman...
Bump: besi plat bolong2 sama besi hollo kotak..tipis platnya... cepet kropos...apalagi ini kan ditekuk,dipotong segala...kalo pake besi siku lobang nanti pas kena lobang2 nya juga ribet saat menyatukan tekukan... pake besi hollo ditekuk, dipotong bisa tapi suka mrembes air ke dalam besi dan mmpercepat kroposnya hollo... pertimbangan pake besi siku...krn tebal dan lebih awet dibanding material lainnya...
minta besi sikunya yg full... bukan yg ukuran banci...nggergajinya juga lumayan pegel...krn tebel...untung ada sisa helai gergaji besi ex proyek dari luar, jadi rada tajem dan awet...
frame tatakan genteng saya pake siku 40 x40 juga krn males beli material siku lagi jadi sekali beli untuk semua......
Bump: kawat ram memanfaatkan lebar yg 90 cm jadi ga ada sambungan malah buang sedikit krn kelebaran...tinggal gelar n potong seberapa panjang aja...sisi kiri kanan digelar langsung dari atas sampai bawah 2 meteran... sisi depan di bagi 4 bagian: atas, 2 bawah dan pintu...
material kayu hanya untuk tangkringan aja...itu juga dikasih tau temen nyarinya di tempat sampah hehehehe...ada yg mbuang bekas potong dahan pohon rambutan dan belimbing...
Bump: oh ya...peluran semen dasar kandang juga sisa material renov rumah...pasir semen,batu bata...tukangnya saya suruh bikin sambil ngerjain renov rumah...jadi ga bisa diitung cost nya
http://www.facebook.com/topic.php?uid=176097489080008&topic=266
kalkulasi Penangkaran Murai Batu
Pengeluaran untuk persiapan usaha penangkaran MB dibagi dalam beberapa asumsi sbb:
1. Pengeluaran
a. Pembelian calon induk MB jantan Rp 600.000,-
b. Pembelian calon induk MB betina Rp 250.000,-
c. Pembelian pakan dala 1 bulan Rp 500.000,-
d. Pembelian obat-obatan dan vitamin Rp 50.000,-
e. Pembuatan kandang penangkaran Rp 300.000
f. Penyusutan kandang penangkaran Rp 30.000
g. Perlengkapan kandang Rp 10.000,-
h. Tenaga kerja 2 orang utk membuat kandang Rp 60.000,-
-------------------------------------------------------------------
Total Pengeluaran Rp 1.800.000,-
2. Penghasilan
Murai Batu (MB) yang berjodoh dalam satu tahun akan menghasilkan delapan kali penetasan dengan asumsi menetas 2 ekor pasang MB. Harga MB umur satu bulan diasumsikan Rp 1.250.000,- per pasang. Maka, hasil penjualan MB adalah sebagai berikut:
8 pasang x Rp 1.250.000,- = Rp 10.000.000,-
3.Total Keuntungan
Total penjualan Rp 10.000.000,-
Total Pengeluaran Rp 1.800.000,-
Total keuntungan Rp 8.200.000,-
Catatan:
1. Setiap menetas, umur 2 minggu piyik diloloh oleh peternak dengan sistem rawat tangan dengan tingkat kematian 0%. Bila dengan sistem orang tua asuh akan lebih banyak lagi produksi telur hingga mencapai 14 kali bertelur.
2. Harga yg tercantum dalam perhitungan ini sewaktu-waktu dapat berubah, tergantung pada tempat dan kondisi perekonomian kita.
1. Pengeluaran
a. Pembelian calon induk MB jantan Rp 600.000,-
b. Pembelian calon induk MB betina Rp 250.000,-
c. Pembelian pakan dala 1 bulan Rp 500.000,-
d. Pembelian obat-obatan dan vitamin Rp 50.000,-
e. Pembuatan kandang penangkaran Rp 300.000
f. Penyusutan kandang penangkaran Rp 30.000
g. Perlengkapan kandang Rp 10.000,-
h. Tenaga kerja 2 orang utk membuat kandang Rp 60.000,-
-------------------------------------------------------------------
Total Pengeluaran Rp 1.800.000,-
2. Penghasilan
Murai Batu (MB) yang berjodoh dalam satu tahun akan menghasilkan delapan kali penetasan dengan asumsi menetas 2 ekor pasang MB. Harga MB umur satu bulan diasumsikan Rp 1.250.000,- per pasang. Maka, hasil penjualan MB adalah sebagai berikut:
8 pasang x Rp 1.250.000,- = Rp 10.000.000,-
3.Total Keuntungan
Total penjualan Rp 10.000.000,-
Total Pengeluaran Rp 1.800.000,-
Total keuntungan Rp 8.200.000,-
Catatan:
1. Setiap menetas, umur 2 minggu piyik diloloh oleh peternak dengan sistem rawat tangan dengan tingkat kematian 0%. Bila dengan sistem orang tua asuh akan lebih banyak lagi produksi telur hingga mencapai 14 kali bertelur.
2. Harga yg tercantum dalam perhitungan ini sewaktu-waktu dapat berubah, tergantung pada tempat dan kondisi perekonomian kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
